Article

Cancer occurs because of damage to the genes responsible for cell growth and repair. This lack of cellular regeneration can lead to a host of problems and inevitably cancer .

The following is a basic over view of the classifications used in determining the different types of carcinogens:

Chemical:
These can be any number of substances, including but not limited to caustic chemicals, asbestos, gases, and the most dangerous yet controllable cause-tobacco smoke.

Your work environment may be to blame; thankfully the government has gotten much stricter about employee exposure to toxins in the last two decades.

Please report any and all infractions you see on the job site, it could save not only your life but the lives of your fellow workers.

STOP SMOKING, this is a completely controllable cancer causing agent. Find the help you need to quit, if not for you-do it for your kids.

Physical:
An example would be radiation, such UV rays from the sun, microwaves, high power lines, and x-ray overexposure.

Using the appropriate sun block will put the odds in your favor. Remember to reapply every two hour. You also should reapply if you get wet from sweat or swimming, even if it state that it is water proof.

While proof is hard to come by, the number of people that live under power lines contract cancer at a disproportionate rate. My Aunt was one of them.

Heredity:
If you have a family history of cancer , especially women, you need to make the necessary lifestyle changes to combat the disease before it rears it ugly head.

Breast cancer is often found in several generations of women, please get your mammograms as often as your doctor requires.

Biological:
These include but are not limited to: infections by virus (Hepatitis B Virus and liver cancer , Human Papilloma Virus (HPV) and cervical cancer ) and bacteria (Helicobater pylori and gastric cancer ) and parasites (schistosomiasis and bladder cancer ) contamination of food by mycotoxins such as aflatoxins (products of Aspergillus fungi) causing liver cancer .

Any one of the four these different carcinogen factors listed above can bring about cancer in many parts of your body. Some of the most common areas are the lung, larynx, esophagus, stomach, bladder, ovaries, testicles, and mouth.

Conclusion:
I fear that the hormones and preservatives that are so prevalent in food today have a huge impact on the carcinogen levels we intake everyday.

While you have probably heard this a million times before, it bears repeating; if you can not pronounce the ingredients in your food, it is probably not good for you.

In my opinion, your best bet is to eat as many organic or at least chemical free foods as you can, start an exercise program immediately, and alleviate any controllable (Smoking, asbestos in your home, etc.) carcinogens in your day to day life.

Mengatasi Cancer or Kanker

Dalam melakukan pengobatan Kanker or Cancer dengan ramuan tanaman obat / herbal , Srigading menerapkan beberapa konsep dasar pendekatan :

1. Konsep bahwa Kanker or Cancer itu Reversible

  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika sel Kanker or Cancer dikembangkan dalam media berkadar kalium tinggi, maka sel Kanker or Cancer akan berubah menjadi sel normal, jadi dapat disimpulkan apabila pada kondisi dan lingkungan tertentu sel Kanker or Cancer bersifat Reversible.

2. Konsep Penghambat Pertumbuhan Sel Kanker or Cancer

  • Kanker or Cancer tumbuh karena Karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetic dan pertumbuhannya. Jika karsinogen dan lingkungan yang mendukung ditiadakan maka pertumbuhan Kanker or Cancer akan terhambat, maka jika unkarsinogen dan lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan yang diciptakan, maka pertumbuhan Kanker or Cancer akan negative.

3. Konsep Penuaan Sel Kanker or Cancer

  • Kanker or Cancer adalah sel hidup yang tumbuh/berkembang, menjadi tua dan mati. Keberadaan kanker dapat dipertahankan jika sel-sel Kanker or Cancer bisa terus membelah diri. Jika pembelahan sel Kanker or Cancer dapat dihambat maka sel-sel akan menua, mati dan lysis.

4. Konsep memperkuat Sel Tetangga

  • Kanker or Cancer berkembang dengan cara menyerang sel-sel sehat disekitarnya. Sel-sel sehat akan mudah terkalahkan jika kondisinya lemah. Dengan memperkuat sel-sel sehat sekitar Kanker or Cancer , maka perkembangan sel Kanker or Cancer dapat ditahan.

    KANKER or CANCER yang Muda juga bisa kena

Jenis kanker or cancer ini termasuk jarang dibicarakan, padahal penderitanya tidak sedikit, Ketika tiga pekan lalu terdengar kabar wafatnya musisi Dodo Zakaria akibat kanker or cancer usus besar (kolon) ini, ingatan kita akan bahayanya seperti dibuka lebar-lebar. Diberitakan bahwa baru tiga bulan lalu Dodo didiagnosis terkena kanker or cancer usus yang sudah masuk stadium empat. Ini artinya sel-sel kankernya sudah menyebar ke organ tubuh yang lain. Jelas sudah sangat telat karena perjalanan kanker or cancer kolon sebetulnya tergolong lambat. Mungkin selama ini ia tak merasakan gejala atau tidak mengenali indikasi yang sebetulnya ia alami. “Perubahan kebiasaan buang air besar, misalnya kadang encer, kadang keras, kadang sembelit atau diare, bisa menjadi pertanda adanya kanker kolon,” kanker or cancer ini menduduki peringkat terbesar ketiga setelah kanker or cancer prostat dan paru-paru. Sementara pada wanita posisinya di bawah kanker or cancer payudara dan leher rahim (serviks). Di Indonesia maupun dunia, kasus terbanyak dijumpai pada usia 50 tahun ke atas, tetapi banyak juga diderita orang muda. Buktinya, Dodo Zakaria masih berusia 47 tahun saat tutup usia akibat kanker or cancer ini. Ditambahkan Dr. Adil, tumbuhnya sel secara tidak normal pada kolon atau rektum dapat disingkirkan lewat operasi sebelum mewujud menjadi kanker , misalnya masih dalam bentuk polip prakanker yang umum ditemui pada awal munculnya penyakit ini. Makin dini polip ini ditemukan, peluang selamat atau hidup pun makin tinggi. “Karena itu, sebaiknya mereka yang berusia 50 tahun lebih atau yang berisiko perlu menjalani skrining sejak awal,” katanya. Di Amerika Serikat, sekitar 112 ribu orang didiagnosis kanker or cancer kolon setiap tahunnya. Kebanyakan kasus itu diawali oleh adanya polip. Kalau polip ini disertai keluhan lain seperti perut kram atau nyeri dan kembung, lalu terjadi perubahan buang air besar, misalnya berdarah, bisa mengarah pada kanker or cancer kolon. Pemeriksaan yang umum berlaku dalam proses deteksi dini antara lain pemeriksaan fisik dengan mencolok dubur (dilakukan setiap tahun pada usia di atas 50 tahun), pemeriksaan laboratorium untuk melihat penanda tumor, dan pemeriksaan kolonoskopi (dilakukan setiap 3-5 tahun sekali pada pria dan wanita di atas usia 50 tahun). Kolonoskopi adalah memasukkan pipa lentur yang dilengkapi kamera dan jarum biopsi. Foto rontgen juga bisa dilakukan dengan lebih dulu memasukkan barium ke dalam usus besar melalui anus.Perlu KolostomiTerapi untuk kanker kolon tergantung pada tahap penyakitnya. Secara umum terapi itu meliputi kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker or cancer , operasi untuk mengangkat sel-sel kanker or cancer , dan terapi radiasi untuk merusak jaringan kanker.Kalau kanker or cancer ketahuan lebih cepat dan masih dalam tahap dini, tentu terapi akan memberikan hasil yang baik. Contohnya, cukup dengan operasi dan tidak perlu dikemoterapi. Namun, jika kanker or cancer ini terjadi di dekat anus, kadang perlu dilakukan kolostomi (pembuatan lubang pada dinding perut sebagai tempat pengeluaran tinja dari kolon). Jika masih stadium 0 (baru muncul pada lapisan dalam pencernaan) mungkin masih bisa diobati melalui operasi pengangkatan sel-sel kanker or cancer , seringkali dengan kolonoskopi. Untuk stadium 1 (sel kanker pada lapisan dalam kolon) sampai 3 (sel kanker sudah menyebar pada getah bening), dilakukan operasi untuk mengangkat bagian kolon yang digerogoti kanker. Pasien stadium 3 seringkali harus menjalani kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Kemoterapi juga dibutuhkan pasien kanker or cancer kolon stadium 4 (sel kanker or cancer sudah menyebar ke organ lain). Jika kanker sudah menyebar ke organ lain, misalnya lever, bisa diperlukan terapi lain untuk mengatasi gangguan pada lever. Selain kemoterapi atau radiasi, mungkin perlu pengangkatan kankernya pada lever, terapi panas (ablation) atau beku (krioterapi). Harapan hidup bagi pasien kanker or cancer kolon tergantung pada banyak hal, termasuk tahap penyakitnya. Apabila kankernya diketahui selagi masih stadium dini, lebih dari 90 persen pasien bisa bertahan hidup setidaknya selama lima tahun setelah didiagnosis penyakitnya. Sayangnya, hanya sekitar 40 persen kasus kanker kolon yang didiagnosis saat masih dini. Jika kankernya sudah menyebar, tentu harapan hidup 5 tahun itu akan menurun. Namun, sebetulnya banyak kasus kanker or cancer kolon stadium 1-3 yang bisa disembuhkan.